Tuesday, June 24, 2008

bizzare love triangle



“cinta.. pengorbanan.. ketulusan.. dan segala macam jenis emosi dalam jiwa, menghidupkan renungan jiwanya yang hanyut dalam keterpurukan dan ketidakjelasan.”

(he.was[or]is.confused)


dhe, she’s too good to be forgotten”, he said.

Kata-kata tersebut cukup membuat saya bepikir lamaaa sekali untuk kemudian memulai frase baru dalam perbincangan kami dimalam itu. Detak waktu terasa begitu kencang berbunyi saat itu. Masalahnya disini ialah, ia mencintai perempuan bersayap putih yang sesungguhnya takkan bisa ia miliki, setidaknya untuk saat ini, karena seperti yang ia sendiri tau sang perempuan bersayap telah menggantungkan sayapnya pada jiwa yang lain.


Saya jadi ingin mengutip lagu boyband kesayangan semua anak SMP sekitar tahun 2002 (sebut saja saya), tiada lain tiada bukan.. *halah!* 98 Degrees dengan why (are we still friends): *kurang lebih begini:


We do almost everything that lovers do

And that’s why it’s hard, just to be friends with you

Every time your heart is broken by the fool

I want you to know that it hurts me too

It’s hard to wipe your tears away (tears away)

Knowing that you should be with me

Now tell me why

Why why are we still friends

When everything says

We should be more than we are

And tell me why every time I find

Someone that I like

We always end up just being friends (Just Being Friends)

I would hate for you to find somebody new

Who you really love, cause it would mean losing you

But am I a fool girl not to say If I’m always scared I’ll lose you anyway

Somehow somewhere I’ve got to choose (got to choose)

No matter if it’s win or lose

Now tell me why

I don’t wanna be like your brother

I don’t wanna be your best friend

I only wanna be your lover

When will this end

If I told you that I wanna be in your life

Then you could be the woman in mine

*BINGO!


Saya rasa saya menemukan lagu yang sangat tepat untuk mendeskripsikan perasaan sahabat saya yang satu ini. Ya ya ya. Sulit memang. Once upon a time saya pernah bilang sama beliau, ketika kita terbentur oleh emosi segeralah berpaling pada logika. Karena logika bisa menyadarkan kita akan banyak hal. Perasaan hati dan jiwa terkadang tertutupi oleh emosi sesaat yang bisa membawa kita kearah yang semakin sesat dan gelap. Dia setuju atau tidak, saya tidak tahu. Perasaan dan pikiran hanya dia yang tahu,kan? Sebagai sahabatnya yang lumayan baik, saya tau ini kali pertama ia memiliki perasaan yang begitu hebatnya hingga prioritas utamanya pun jadi berjuta-juta blur alias gak fokus, but come on.. you must face the truth. Cinta itu bukan cinta namanya.

Orang bijak bilang, “love takes two and go.”
So what do you saying about this?

Perempuan bersayap itu memang terlalu manis untuk dilupakan, tapi *kurasa* hati beliau juga tidak kalah manis tuk tersakiti dengan cara seperti ini. Saya gak akan bilang bahwa masih banyak berjuta-juta ikan di lautan sana yang bisa ditangkap, tapi yang jelas dalam hidup ini masih banyak hal lain yang tidak kalah berharganya untuk kita serap setiap lapisannya. Dan tidak menutup kemungkinan kebahagiaan akan datang ketika kita tidak hanya memusingkan satu titik saja dalam fase kehidupan kita. Kita semua sedang tumbuh berkembang *lama jadi kayak iklan susu pertumbuhan nih blognya*, oleh karenanya sebisa mungkin kita bisa bijaksana dalam menentukan arah kemana kita kan melangkahkan kaki.

We all need love. I know. But why you just can’t wait for the right one to comes? There’s always be a right time, isn’t it?

Fiuhh!
Beliau sedang kebingungan sekarang. Menanti jawaban. Jawaban yang tidak pasti. Ajak kami selalu dalam kesedihan maupun kesenanganmu,kawan.. and promise me you’ll be alright.

which is, you will.


Cheers for you,
Dhejih.

2 comments:

Ariana Hayyulia Rasyid said...

waw waw waw..
benar-benar mejik ais krim!
ahaha..
sifatmu tak sedewasa tulisanmu..
yaaa, segala sesuatu itu akan indah pada waktunya koo..
jadi, tenang ajaa yaaa... jangan gundah2 lagii yaaaa temennya dheaaa...
:)

dheaditya's said...

ihihi..