Monday, June 23, 2008

i enjoy smile

.together.

ketika kami bersama, tak ada satupun kata terlontar. Yang ada ialah keajaiban. Keajaiban yang datang dari senyuman..” (i.enjoy.smile)


Suatu sore. Tidak bermatahari.

Nash (begitu ia dipanggil) mulai mengguratkan ratusan warna dalam secarik kertas. Begitu abstrak hingga tak satupun warna dapat kudefiniskan dengan baik. Dia berlari menuju lorong gelap dalam sebuah asrama dan terhenti oleh kegelapan itu sendiri. Ia berteriak tanpa henti seraya berkata, “I’m dying!”. Bukan menangis ia terhempas oleh beban pikirannya. Setiap ia berucap kata, akupun hanya bisa bertanya-tanya apa sebenarnya yang ia maksudkan. Yang bisa kulakukan selama ini hanyalah mendongengkan happy ending story ala Walt Disney. Nash berbicara, aku berbicara. Tak ada lagi yang bisa kukatakan padanya agar ia mengerti, mengerti bahwa tangis dan teriakannya membuat hatiku perih. Aku dengan seluruh jiwaku yang sepenuh-penuhnya kuberikan untuknya, tak satupun ada yang dapat ia mengerti. Nash dan aku takkan pernah satu. Tapi kalian tahu, keajaiban Tuhan datang melalui senyuman.

Ketika aku tersenyum, ia pun tersenyum.
Terdapat kisah yang begitu hebat dalam drama kehidupan kami berdua. Dan perlahan, kami pun mulai berbicara dari hati ke hati.

Kini hingga nanti, akan selalu bersama. Bersama dengan senyuman. Aku dan Nash, dengan ratusan cerita yang tak terungkap melalui kata-kata biasa, mulai terbiasa dengan semua ini. Janganlah kau banyak berbicara karena itu semua hanya bisa menghilangkan peluangmu tuk berpikir, berpikir tentang apa yang sebenarnya ada dalam hati ini. Ketika kami belajar menyerap kisah tak terungkap, disanalah kami berdiri tegak dimana sore itu berakhir dengan senyuman matahari yang menjanjikan kami tuk datang di keesokan harinya.
Di sore yang singkat, aku dan dia bahagia. Dengan atau tanpa matahari. Namun lebih baik dengan matahari.



Secuil kue lapis part I.
Oleh : dheaditya.

1 comments:

Ariana Hayyulia Rasyid said...

hmmmm.....
yaaaaa, tapi jangan terlalu banyak berpikir jugaaa. nanti malah stres looh.. benerannn...
hahaha, dasar mind reader..