Sunday, October 5, 2008

puisi berjalan

Ketika semua rasa telah bercengkrama dengan emosi

Entah itu cinta, amarah ataukah perih

Dan kau rasakan seluruh tubuhmu tersungkur dalam sebuah kehitaman.


Di sudut langit malam ini, terdapat benda luar biasa yang dengan baiknya mau tersenyum padamu..

Mengapa semua yang terbesit dalam benakmu hanyalah perih?


Jika itu cinta, maka cinta itu indah apapun warnanya.

Jika itu perih, maka perih itu sesungguhnya adalah dirimu dan pikiranmu.

Janganlah kau membawa nama cinta dalam kepedihan batinmu.

Karena semakin kau merintih, semakin jauh pula cinta itu terasa indah dalam jiwamu.


Bilamana bagiku emosi adalah dirimu.

Dan bilamana kau terlalu perih menjalani cinta ini,

Akankah semua berakhir menjadi amarah dan kita semua akan menghilang?


Kemudian aku bertanya..

Tempat terbaik manakah untuk kita jejaki nanti ketika kita menghilang?


Kini aku pun tengah berada dalam sebuah proses penghilangan dan akan kutinggalkan saja sayap putihku untuk selamanya.

Bila kau ada waktu, mampirlah kerumahku dan ambilah sayap putihku.

Siapa tahu dalam perjalanan barumu kau akan menemukan sebuah cinta sejati yang takkan pernah hilang seperti kisahmu yang ini.

----------------------


Sebuah puisi telah mampir sebentar saja dalam lahan dunia maya yang putih ini. Mengapa hanya sebentar? Karena lahan ini hanya merupakan sebuah persimpangan jalan dimana ia masih bingung memilih jalan mana yang akan ia tempuh dalam proses penghilangan dirinya yang tak tentu arah ini.


Diberi titel : emosi dalam cinta

Oleh: dheaditya ditengah hari yang kosong.


12 comments:

si zhaza said...

kenapa harus menghilang ?

dheaditya's said...

karena ternyata aku berada ditempat yang salah,zha.. :(

si zhaza said...

siapaaa yang bilang salaaahh ?
gda yg bilang salah ato bener juga sih ..

Blog 4 life said...

hmm.. bingung jg y klo mau pilih dmn tmpt yg cocok tuk menghilang..

klo diri kita udah diliputi dengan emosi jiwa..
udahlah,,pasti tak menggunakan pikiran yg sehat lg de..

gt c menurut aq..

dheaditya's said...

iya sih zhaa..
entahlah..
i'm confused.

:(


---------------------------------

bener,mi.
kasian ya orang2 yang hidup seperti itu..

kamu gak gitu kan ya?

huahahahha!

~sang penyelamat bangsa~ said...

ayo menghilang dari kebisingan ini.
lebih baik pergi sejenak
refresh ***
temukan hal baru , let's do it

dheaditya's said...

setuju,ndi!

dunia luas terhampar nan jauh disana, ya ga?

hehehe!

udah tau mau kemana,ndi?
aku belum sih.. lagi proses pencarian.. :P

starstwinking said...

kedunia antah berantah, dhe..
dimana semuanya berjalan sesuai dengan kehendak kamu sendiri..
menyenangkan sepertinya

deszya yulian said...

you should write a poetry book, dhe
seriously !! with that smiley face of yours, noone knows that you could pour such a great emotions into your poets !!

tapi
aku juga mau, dhe.. pergi menghilang tiap kali emosi menguasai diri :(

dheaditya's said...

man, kalo ada yang bisa kyk gitu..
saya udah kesana dari dulu..

tapi, seperti kata kamu tadi ke mas alex..
"utopis sekali!"


-----------------------------

deshiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..
jadi malu dehh akyuuu sama kamyuu.
hihihi.

kamu bikin novel, aku bikin buku puisi. trus nanti pacaran sama rangga2an yang gak ke amrik..

hehehe!

Astri Lestari said...

dududu...
'cinta' versi baru nih?
rangga aja kalah sama lo dhe!!!

utopia y? ada yg bilang utopia itu malah 'kembali k diri kita yg sbenarny' :D

dheaditya's said...

kata mbak risa homogenic,
utopia itu impian di atas awang-awang..

wakwakwak.

"hadirmu.. utopia.."~homogenic