Wednesday, November 12, 2008

Frantic Deliberations

I’m not going to say that I feel sorry for my circumstances today. But honestly, I feel like I’m running myself closure to death. And why is this has to be like that?

Maybe this is type of frantic deliberations that come across my mind recently. I always got a strong sensitivity about something, both neither about future nor about my present. One of my friends told me, that I went too far away from home and didn’t notice where I was actually going to get depart. I’m losing my own lane perfectly. And sadly find myself diminished along the way.

Is this a dream you want to seize down?

Is this the way you want to get through in life?

His question got me profoundly fall into greater thoughts that I have to live my life within condition among high liability. And I have dream that will come further into reality not just going to end up into flight of the imagination.

I live to learn and my friends teach me. For me experiences are substance, but true friends are hardly ever to get. Thank God for the love and the gift, that has sent to me by the existence of my friends.



Yet other cheers for my friends,

Dhejih.

---------------------------

Companion songs on my list:

  1. Alvin and the chipmunks – Bad Day
  2. Birds and bees – my fair lady
  3. Vanessa Carlton – Hands on me
  4. Lighthouse Family - Rain cloud

6 comments:

Deszya said...

i fancy hands on me too

the funny thing is, this song used to accompany me when i was in such condition just like yours, in my previous semester.

know what?
it's okay to be lost, far away from our home, or not knowing our final destination. being away from our comfort zone is the best teacher in learning to fight with life.

i hope, soon you'll understand why things have to be these way, why they expense your feeling as the opportunity cost :)

dheaditya's said...

:S

life's getting more and more confusing for me when i was totally fold my eyes with regretful and something bad..

someday.. i'll understand.

thx deshia.. :D

Nana said...

(click here to translate)

(processing)

(done)

:

hidup ga selamanya berjalan seperti yang kita inginkan..
menurut aku, PASTI terkadang kita akan merasa dikecewakan oleh hal-hal yang memang tidak kita inginkan..

Walaupun pada akhirnya, disaat kita tau dan mau mengerti, mengapa hal itu bisa terjadi, kita malah akan bersyukur knp hal itu pernah terjadi pada kita..

seperti masalah kemaren, aku bersyukur kita harus dihadapkan dengan masalah itu.krn dengan adanya masalah tersebut, setidaknya kita bisa mengintrospeksi diri masing-masing, apa yang kurang dari diri kita. bukan diri teman kita.

ternyata tidak semua hal harus kita mengerti, tapi terima saja hal-hal itu dengan hati yang lebar.
suatu saat, tanpa harus kita paksakan, kita akan mengerti dengan sendirinya..

:)

dheaditya's said...

yes you're right, ariana.
thx for the words!

cheers!

Firsty Relia Renata said...

Kemarin hujan mengguyur kota Jakarta seolah tiada henti, mulai dari malam sebelumnya, pagi hari, sampai malam hari hujan tetap tercurah membasahi kota kita ini.

Mendung kelabu menutupi langit Jakarta. Cuaca yang kurang bersahabat ini juga dapat membuat cuaca hati kita menjadi kurang bersahabat.

Timbul rasa cemas, khawatir, gelisah, sedih, kesal, marah dan emosi-emosi negatif lainnya. Hal tersebut dapat bertambah berat dan parah jika kondisi tubuh kita sedang kurang sehat.

Mau masuk kantor rasanya malas, maunya melanjutkan tidur saja akhirnya tiba di kantor telat dan tidak bersemangat untuk bekerja.

Sore harinya hujan kembali turun dengan deras, beberapa ruas jalan sudah tergenang, membuat jalanan menjadi sangat macet.

Ruas jalan di beberapa Halte Busway rute Kota – Blok M, sedang dalam perbaikan, membuat antrian penumpang jadi sangat panjang, sedangkan armada yang datang seolah sangat sedikit dan lambat, sehingga antrian yang panjang terasa sangat lama.

Tubuh kena air hujan, basah, dingin, harus mengantri lama, baik antrian penumpang juga antrian di jalan. BT, Kesal, Marah, kembali timbul emosi-emosi negative. Dan seolah seperti virus yang sangat menular perasaan itu terasa memenuhi udara di jalan-jalan Jakarta.

Tiba – tiba saya dingingatkan bahwa Selain Emosi Negative, Emoso Positif juga merupakan Virus Menular yang Tidak Kalah Kuat, Bahkan Lebih Kuat.

So saya mulai mencoba tersenyum kepada pengantri di kiri-kanan saya, yang menjepit tubuh saya, juga orang yang di belakang saya, yang mendorong saya. Syukur bahwa tersenyum adalah Bahasa Universal, dan Gratis. Meskipun mungkin mereka agak heran, tetapi mereka membalas tersenyum, dan puji syukur aura yang sebelumnya terasa sangat negatif mulai berkurang.

So mulailah TERSENYUM. Umumnya orang yang diberikan senyum (apalagi senyum yang manis) akan membalas senyuman kita.

Juga Tetaplah BERSYUKUR, bahwa kondisi kita tetap lebih baik, karena masih sangat banyak orang – orang yang lebih kurang beruntung karena kehujanan, kedinginan bahkan kelaparan, di bandingkan diri kita yang hanya sedikit kebasahan dan sedikit menunggu lebih lama dalam antrian.

Hujan dibutuhkan untuk memberikan air bagi tanah dan tanaman yang hidup di atasnya juga untuk membersihkan jalan yang kotor oleh debu dan sampah yang dibuang sembarangan. Hujan yang turun juga untuk menguji Kesabaran Diri dan Perasaan Bersyukur Kita.

Pagi ini matahari barsinar cerah, Semoga Hari dan Hati Kita menjadi Secerah Sinar Mentari Pagi.

Salam Persahabatan dan Persaudaraan yang Penuh Antusias,

Alfred Untung

dheaditya's said...

kenalkan saya pada sang filosofer bijak bernama alfred untung..

hihiw..

mbak, makasi buat referensi kehidupannya yia..

ternyata isi otak ini gak seluas langit diatas sana.. :D