Sunday, November 2, 2008

freaks!

Kemarin sore saya memperhatikan gerak-gerik seseorang didalam sebuah lamunan pinggir jalan kota bandung yang sedang diguyur hujan rintik-rintik. Dia menggunakan sepatu boot hitam dibaluti jas hujan sekujur tubuhnya termasuk juga kepalanya. Dan mengapa saya bisa sampai taraf memperhatikannya? Karena memang dia bolak-balik berjalan didepan saya, yang sesungguhnya sedang duduk-duduk santai di halte bus kota, dengan wajah sepenuhnya menunduk kebawah juga dengan langkah super lambat yang membuat saya bingung, ”ni orang mau kemana sih?” lalu saya mulai berusaha untuk mengacuhkan keberadaan dia yang lumayan mengganggu itu. Tapi bagaimana saya bisa mengacuhkannya kalo dia terus bolak-balik di depan saya tanpa henti juga tanpa tujuan. Akhirnya saya memutuskan untuk angkat bicara, ”maaf sebelumnya, anda mau kemana, ya? Siapa tahu saya bisa tunjukkan arahnya..

Kalian tahu apa yang dia lakukan? dia mengacuhkan pertanyaan dan niatan baik saya dengan terus melakukan aktivitas bodoh itu padahal saat itu hujan turun lumayan deras. Akhirnya saya lah yang memutuskan untuk pergi dari situ dan mencari tempat lain untuk duduk-duduk santai lagi seraya menunggu waktu berakhirnya sore itu.

Ehhh, ternyata dia mengikuti perjalanan saya dan mulai bolak-balik lagi didepan saya dong. Lama-lama kasihan juga sih liatnya. Namun mendapati kenyataan bahwa tadi saya udah dicuekin, saya malas untuk menanyakan lagi tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi dalam dirinya. Lalu salah satu teman saya datang menghampiri saya menanyakan apa yang tengah saya lakukan disana. Ternyata kami memiliki tujuan yang sama sehingga saya mendapatkan companion baru di kursi panjang berwarna putih yang sepertinya hampir patah itu.


eh aneh banget ya itu orang, dit..

iya dari tadi dia bolak-balik gitu didepan gw.. pusing deh liatnya. Tapi gw juga gak tau dia mau kemana

naksir lo kali! Mwahahahaha..


Gak lama setelah percakapan itu, orang aneh itu memutuskan untuk duduk sejenak di kursi lain yang kebetulan ada di deket tempat kami duduk. Tiba-tiba dia nangis dan gak lama dia teriak. Dia meneriakkan sebuah kata yang tidak bisa terdeteksi apa itu sebenarnya. Saya dan teman merasa harus kembali memperhatikannya karena apa yang tengah dia lakukan ditengah hujan itu sungguhlah tidak lazim luar biasa. Dia melempar tasnya ke tanah hingga keluarlah itu semua isi-isinya. Kamera, agenda, ponsel pintar, dompet, novel ”laskar pelangi” dan benda paling krusial yang bisa mati seketika dalam hujan bernama laptop. Beberapa manusia jaman sekarang, ya, memang terkadang tidak masuk akal dalam mengeluarkan amarahnya. Semuanya dilempar tanpa berpikir konsekuensi apa yang akan terjadi jauh setelah amarahnya mereda.

Akhirnya kami berdua menyelamatkan harta bendanya yang berceceran di tanah basah dan menyimpannya baik-baik tepat disebelahnya seraya berkata, ”kita gak tau apa yang sedang terjadi sama anda. Ini tasnya, kita cuman mau bantu gak ada maksud ikut campur. Semoga anda bisa menyelesaikan masalah anda dengan cara baik-baik bukan dengan cara seperti ini..

Dia diam seketika. Melihat kami berdua dengan mata sembabnya. Kami berusaha sekuat mungkin untuk tidak memperkeruh suasana hati beliau yang nampak sendu sekali itu, sehingga kami tak mau lama-lama berdiri didepannya. Akhirnya kami pun memutuskan untuk pergi pulang. Namun ada satu kejadian yang membuat saya kaget luar biasa, dia melemparkan gumpalan kertas ke kepala saya dari belakang. Teman saya lalu mengambil gumpalan kertas yang sudah terlanjur basah itu dengan niatan melempar balik kepadanya. Namun saya pikir percuma saja berurusan dengan manusia tembok seperti dia.

buang aja ketempat sampah..

Teman saya pun mengiyakan pernyataan saya dengan penuh keberatan hati. Dalam hati saya berkata, ”ni orang gila beneran deh kayaknya..” Kami pun kembali menoleh kebelakang dan dia melihat kami seperti hantu disore hari lalu segera kembali menunduk. Sudah cukup dengan semua keanehan dalam hujan di sore itu. Kami meneruskan perjalanan pulang kami tanpa ragu dan tanpa pikiran. Beruntung sekali saya mendapatkan companion waktu itu sehingga saya tidak perlu sendirian menghadapi peristiwa aneh itu. Semoga saya tidak berjumpa lagi dengan manusia itu. Aminn.

---------------------

Satu hikmah yang bisa kami dapat dari pengalaman di sore itu, jangan sekali-kali bilang orang lain ’aneh’ atau bahkan ’gila’ sebelum melihat orang itu melakukan aksi gilanya didepan kalian. Karena gila itu ada didalam jiwa, dan jiwa itu tak kasat mata. Sehingga jangan pernah sekali-kali menyimpulkan pribadi orang melalui bentuk dan rupanya.

6 comments:

Astri Lestari said...

hah?
kpan nih dhe?
sriusan?

dheaditya's said...

someday in the end of october.
damn!

tp gak papa,lah,tri.. pengalaman.. mwahahahaha!

starstwinking said...

ko serem sih dhej?
ada apa dengan dia??
kalo ak kmrn,
rumah smpet kemasukan org gila,
tp beneran gila doi..

dheaditya's said...

serem abis.

freak bgt, tp, ya..
kasian juga sih.

klo dia gila kenapa punya kamera ama laptop ya,man?
gilee...



rumah dimasukin orang gila?
bukannya tiap hari udah dimasukin org gila (baca: manda)

ups..

eh tapi serius?
emang rumah kamu kagak ada pagernya?

deszya said...

beneran ya dhe?hmm well
stress mungkin ya, dhe?

ini lokasinya dimana, dhe?

suryowidiyanto said...

salam kenal...