Wednesday, February 18, 2009

Hari yang (tidak)bersahabat.

Seorang perempuan muda melangkahkan kakinya menuju sebuah tempat asing, menawarkan senyuman serta harapan besar. Entah mengapa, tepat dihadapannya berdiri seseorang angkuh yang serta-merta menolak senyuman dan harapannya. Sang perempuan pun menangis dalam perjalanan pulang. Bercerita ia kepada bundanya terkasih seraya menitikkan air mata.

"tak pernah aku diperlakukan seperti ini sebelumnya"

"inilah dunia, nak.. beragam makhluk diluar sana dan kita harus bisa bertahan dalam situasi apapun yang terjadi.."

Kembali ia berlari ke istana rahasianya, dan kembali ia menangis tersedu-sedu. Hatinya terluka. Mengapa bundanya mengatasnamakan dunia? Mengapa dunia dikatakan kejam? Mengapa tidak menyebut manusia saja yang kejam? Dunia itu bagaikan taman bermain bagi perempuan ini, mengapa semuanya berkata lain tentang taman bermainnya?

Seorang perempuan terluka, menangis menahan perih. Tangisannya telah membuka matanya, bahwa ya, taman bermainnya bisa berubah menjadi lubang hitam yang selama ini ia takutkan.

Seorang perempuan tak lama tidur terlelap. Dalam mimpinya ia sedang bermain didalam kereta listrik bersama kawan-kawannya. Tak lama kemudian kereta itu berubah menjadi mobil tua besar yang sudah berkarat. Pemandangan indah disampingnya berubah menjadi hutan belantara. Kemudian masuklah tiga kakek-kakek tua berwajah seram ke dalam mobil bersama ia dan kawannya. Entah bagaimana ia dan kawan-kawannya dibawa lari ke dunia antah berantah.

Ia terbangun dalam keringat.

Ketika ia membuka matanya, terlihat sesosok orang asing berbaju putih. Sang perempuan jatuh sakit. Kini ia terbaring dalam ruang penuh cahaya diatas kepalanya.

Hari yang tidak bersahabat tengah datang menghampirinya. Manusia tidak baik datang pula menyakitinya. Sebuah mimpi buruk datang tanpa penjelasan. Penyakit lamanya pun datang beriringan dengan hari yang kelam ini.

Seorang perempuan sedang belajar memahami. Bahwa dunia yang seluas ini bukan hanya miliknya seorang. Jikalau pun iya, ia harus bisa berbagi perasaan dengan yang lain. Apakah setelah hari ini, akan ada hari esok, sang perempuan tidak begitu yakin. Namun satu hal yang pasti, ia akan berjuang untuk hidupnya.


Salam untuk sang perempuan.

Semoga lekas sembuh.

4 comments:

Olivia Deskarina said...

karena itukah dhe???
aduh,, jahat yah orang itu...

besok aku coba ke tempat yang satu itu deh...
siapa tau mereka lebih bersahabat,,,

semangat dhe!!!!
:)

dheaditya's said...

hehehe..
iya aku percaya masih banyak orang yang bersahabat,lip..

:(

makasi banyak ya lipp..
ia lap yu!

Gita P Djausal said...

mungkin ada gunanya kalau kita membawa pensil warna kemanapun kita pergi.

biar hidup menjadi lebih berwarna.

Gita P Djausal said...
This comment has been removed by the author.